Change Visioning Workshop, Jakarta 20 Februari 2015

changeVision1Change Visioning Workshop merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perjalanan program STATCAP CERDAS yang dihadiri jajaran pimpinan Eselon I dan II Kantor Pusat. Workshop ini difasilitasi oleh PwC sebagai Owner’s Agent dengan tujuan untuk memahami pentingnya BPS melakukan perubahan, memahami peran pimpinan dalam memimpin perubahan serta membangun komitmen bersama. Dalam acara tersebut juga disampaikan pengalaman BPS Belanda (CBS) agar BPS dapat mempelajari kunci keberhasilan dalam melakukan transformasi statistik.

Workshop dibuka oleh Bapak Suryamin sebagai kepala BPS yang menekankan pentingnya peran dan keterlibatan pimpinan untuk membantu mensukseskan program ini. Pekerjaan besar akan dilakukan selama 4 tahun bersama para konsultan untuk merancang-ulang proses bisnis statistik yang berkualitas berikut infrastruktur yang diperlukan. Walaupun pekerjaan sehari-hari harus dijalankan, BPS harus mendampingi mereka karena para konsultan tidak dapat bekerja sendiri; kita bertanggungjawab untuk keberlangsungan program dan menindaklanjuti hal yang perlu dilakukan. Disamping itu BPS harus mampu mengambil alih dan selanjutnya menerapkan implementasi terhadap rancangan yang disepakati. Oleh karenanya diharapkan seluruh jajaran pimpinan dapat menyampaikan informasi pentingnya keterlibatan untuk STATCAP CERDAS di masing-masing bagiannya.

Kemudian ibu Marina R. Tusin, selaku partner dari PricewaterhouseCoopers Consulting (PwC) turut mengisi workshop dengan topik ‘Peran pimpinan pada program transformasi’. Berdasarkan penelitian PwC, 70% proyek transformasi gagal mencapai tujuannya karena minimnya atensi terhadap manusia (pegawai),serta aspek organisasi dan budaya. Hal ini perlu disadari pimpinan BPS agar tidak terjadi kegagalan dalam proyek yang dijalankan.

20150220_111131 copyBeberapa prinsip dasar untuk mensukseskan sebuah program perubahan dimana keterlibatan para pimpinan sangatlah penting, diantaranya dalam membangun budaya kerja yang positif dalam menghadapi perubahan. Pimpinan perlu mulai menunjukkan bagaimana perubahan dapat dilakukan (start at the top). Pimpinan juga perlu melibatkan seluruh jajaran dibawahnya dalam melakukan perubahan termasuk para informal leaders dalam menggali dan memanfaatkan solusi formal dan informal.

Acara dilanjutkan dengan sharing transformasi CBS  yang disampaikan oleh Geert Bruinooge, mantan deputy CBS. Geert menekankan bahwa program transformasi ini harus menjadi prioritas utama bagi BPS, dikarenakan BPS kini menghadapi banyak tantangan dan tentunya tidak bisa tinggal diam. BPS juga harus menyelesaikan bottleneck dan memitigasi risiko yang akan dihadapi.

Beberapa kunci keberhasilan disampaikan oleh Geert, diantaranya peran pimpinan yang mampu menetapkan target yang ambisius tetapi realistis, tujuan yang ditetapkan masih dapat dicapai. Dalam proses transformasi yang panjang perlu segera mewujudkan quick wins untuk membangun moral pegawai dan membangun kredibilitas BPS dihadapan stakeholder. Pimpinan juga perlu senantiasa berkomunikasi secara konsisten dengan pesan yang harmonis baik kepada internal maupun kepada stakeholder eksternal. Perlu dipahami pula bahwa program STATCAP CERDAS ini bukanlah proyek TIK, tetapi justru perubahan proses bisnis statistik yang berubah menuntut perubahan infrastruktur TIK agar proses bisnis yang dirancang dapat dijalankan secara efektif. Oleh karenanya diperlukan perencanaan yang ketat dengan tata kelola yang baik. Semua pimpinan harus memiliki optimism yang kuat bahwa BPS mampu melaksanakannya sampai selesai.

Kemudian ibu Ratna Ariani memfasilitasi para peserta untuk membahas beberapa pertanyaan mendasar: (1)Mengapa BPS perlu berubah? (2)Mengapa perubahan mendesak untuk dilakukan BPS? (3)Apa yang akan terjadi jika BPS tidak melakukan perubahan? Dari kesimpulan hasil diskusi yang bertujuan untuk menghasilkan urgensi terhadap perubahan, kemudian disepakati   Visi perubahan BPS yaitu : Transformasi BPS untuk Penyediaan Data Statistik yang Lebih Berkualitas

changeVision2Penjabaran lebih lanjut mengenai tata kelola serta perencanaan dan jangka waktu pelaksanaan program STATCAP CERDAS disampaikan oleh Bapak Eri Hastoto. Disampaikan pula pentingnya  para pimpinan untuk menyadari bahwa BPS sudah tidak dapat membuang-buang waktu mengingat kegiatan yang padat untuk program ini. Walaupun terlihat jangkawaktunya cukup panjang, tetapi bila dipelajari lebih jauh, banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan dari waktu ke waktu. Keterlambatan di satu kegiatan dapat berdampak pada kegiatan lainnya. BPS tidak boleh kehilangan kesempatan berharga ini.

Pada akhir sesi seluruh peserta diharapkan komitmennya dengan menyusun rencana tindak lanjut yang merupakan kontribusi pribadi terhadap program STATCAP CERDAS; baik dalam konteks perencanaan, sumber daya, tata kelola dan komunikasi berikut penetapan jangka waktu/target dari rencana tersebut.

Acara Change Visioning Workshop ditutup oleh Bapak Suryamin yang mengingatkan kembali atas perlunya aksi tindak lanjut dari setiap peserta; BPS tidak bisa berhenti dan bersantai, BPS harus tetap maju untuk mensukseskan program STATCAP CERDAS dengan menginvestasikan waktu dan memberikan sumber daya terbaiknya untuk merancang masa depan BPS sambil tetap menjalankan pekerjaan rutinnya.

Hits : 677